Saran Pencarian

Inilah Tahapan Penyusunan Modul Ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi

Inilah Tahapan Penyusunan Modul Ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi

PortalPPPK.com - Inilah Tahapan Penyusunan Modul Ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi. Semua pihak sekolah, khususnya guru, pasti berusaha mendukung kegiatan pembelajaran siswa. Di samping itu, guru selalu berupaya untuk me gembangkan minat anak didik. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Sehingga, semua guru mulai merancang modul ajar pembelajaran berdiferensiasi.

Model pembelajaran berdiferensiasi ini sangat membantu serta menguatkan semua tujuan dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk memgakomodasi kebutuhan belajar peserta didik.

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap siswa itu unik. Karakter mereka beragam sehingga tidak bisa disamakan begitu saja. Guru harus benar-benar memenuhi dan memfasilitasi setiap anak tanpa terkecuali. Dengan catatan, perlaukan adil, tetapi dengan porsi yang berbeda.

Inilah Tahapan Penyusunan Modul Ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi


Untuk menyukseskan penerpan pembelajaran ini, guru perlu merancang modul ajar berdiferensiasi. Lantas, bagaimana tahapan pembuatannya? Berikut penjelasannya:

Mari Mengenal Modul Ajar pembelajaran Berdiferensiasi

Modul ajar berdiferensiasi merupakan solusi tepat atas perbedaan kemampuan dan minat peserta didik. Dengan modul ajar ini, guru menawarkan peluang besar untuk siswa agar bisa meningkatkan skill. Modul ini tidak mengikat dan menyamaratakan kemampuan siswa. Sehingga, siswa tetap dapat mengasah minat dan bakatnya dalam suatu materi pelajaran.

Modul ajar berdiferensiasi tidak sama dengan modul ajar biasa. Rancangan pada modul ajar umum, biasanya, guru mengemas perencanaan, model, hingga teknik asesmen pembelajaran secara komprehensif. Hal ini disesuaikan dengan tujuan tertentu berdasarkan materi yang terdapat dalam kurikulum.

Sementara, Modul berdiferensiasi tidak berisi rancangan sebagaimana umumnya. Sebaliknya, guru merancangnya khusus sesuai keadaan dan kebutuhan anak. Modul ini berfokus pada perkembangan mental, minat, serta bakat setiap anak. Di dalamnya, guru merencanalan program atau aktivitas yang dapat menumbuhkan kreativitas. Tentunya, semua itu mencakup berbagai gaya dan pengalaman belajar.

Meskipun modul berdiferensiasi berfokus dan berorientasi pada perbedaan setiap siswa, bukan berarti guru mengajar hanya dengan mengacu satu kondisi saja. Namun, guru justru menyajikan beragam sarana dan prasarana berupa model pembelajaran. Tujuannya adalah setiap siswa menerima perlakuan khusus sesuai kebutuhannya.

Pada dasarnya, setiap modul ajar memiliki kelemahan dan kelebiban masing-masing. Dengan modul ajar pembelajaran berdiferensiasi, guru memberikan pengalaman belajar terbaik kepada peserta didik. Semua itu mencakup dasar pengetahuan, pemahaman, keterampilan, pembentukan sikap, hingga nilai-nilai yang berguna untuk kehiduan bermasyarakat. Point utamanya adalah bahwasannya modul ajar ini menawarkan banyak pilihan belajar demi menggali tingkat kesiapan, minat, kemampuan, serta profil belajar.

Tahapan Pembuatan Modul Ajar Berdiferensiasi

Dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi, sama halnya dengan menyusun perangkat kurikulum Merdeka Belajar lainnya. Tahapan-tahapannya tidak jauh berbeda dan cenderung memiliki kesamaan. Ada beberapa tahap utama yang harus guru lakukan, yaitu:

Memetakan profil peserta didik

Pada tahap pertama ini, guru harus mengumpulkan data peserta didik. Setelahnya, guru memetakan bagaimana gaya belajar setiap anak, tingkat kecerdasan, hingga lingkungan belajar. Berikut adalah contoh pemetaannya:

Nama                    : Siti Halimah

Gaya Belajar           : Audio

Kecerdasan         : Musik

Lingkungan Belajar   : Suka memimpin presentasi

Bagaimana cara memperoleh data seperti di atas? Sebenarnya, guru bisa memberikan tes kepada peserta didik, yaitu tes psikotes. Tes semacam ini juga bisa menjadi lampiran profil siswa. Namun, sebelum itu, guru harus mengenal dan memahami apa saja gaya belajar dan kecerdasan majemuk siswa. Sehingga, guru dapat mengadakan tes dan melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan baik.

Merancang kegiatan pembelajaran berdiferensiasi

Jika guru sudah memetakan profil siswa, selanjutnya, guru bisa merancang langkah pembelajaran. Tentunya, langkah ini berhubungan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Ada tiga aspek dalam pembelajaran diferensiasi, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Lantas, apa perbedaannya? Perhatikan uraian singkat berikut:

Diferenskasi konten

Konten berhubungan dengan materi. Maka, guru wajib memetakan materi dengan mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan belajar anak. Artinya, guru tidak bisa asal memberikan bahan ajar. Ada banyak hal yang harus guru perhatikan. Untuk melakukannya, guru bisa melihat beberapa aspek, seperti profil belajar, minat belajar, kesiapan belajar, atau kombinasi dari ketiganya.

Diferensiasi proses

Pada tahap ini, guru harus memahami bagaimana proses siswa saat belajar. Sepperti yang kita ketahui bahwa siswa memiliki gaya sendiri dalam belajar. Setidaknya, dalam memetakan proses belajar anak, guru dapat menjawab pertanyaan berikut:

Apakah mereka cenderung belajar berkelompok atau secara mandiri?

Apa saja yang seringkali siswa butuhkan saat belajar?

Apa kecerdasan majemuk anak?

Dan masih banyak lagi.

Hal-hal seperti itulah yang menjadi acuan bagi guru untuk memetakan proses belajar siswa. Dengan begitu, guru dapat menentukan model pembelajaran apa saja yang tepat untuk masing-masing anak.

Diferensiasi produk

Produk berarti karya. Maka, diferensiasi produk merupakan metode pembelajaran berdiderensiasi yang mendorong siswa untuk menghasilkan sebuah karya. Karya tersebut bisa berupa project apapun sesuai tema pembelajaran. Misalnya, siswa membuat karangan cerita, tulisan, diagtam, pidato, presentasi, video role play, dan lain sebagainya. Yang pasti, semua project tersebut tidak melenceng dari tujuan pembelajaran dan mampu meningkatkan pemahaman.

Agar pembelajaran diferensiasi produk berjalan dengan baik, guru harus memerhatikan beberapa hal. Di antaranya adalah konten yang sesuai dnegan produk (atau sebaliknya), kualitas pekerjaan yang diharapkan, proses pengerjaan, hingga sifat suatu produk. Dengan begitu, guru bisa memetakan sesuai kesiapan siswa sementara siswa mampu mengerjakannya dengan baik.

Dalam hal ini, guru bisa berkoordinasi dengan siswa agar mendapat suatu informasi. Informasi tersebut berhubungan dengan produk yang akan dihasilkan. Sehingga, guru bisa mengontrol kesiapan siswa, kebutuhan, serta minatnya. Guru juga dapat menentukan serta menginformasikan kepada anak-anak mengenai indikator kualitas karya.

Well, dari tuga diferensiasi di atas, semua harus memuat kegiatan dasar. Apa saja? Yaitu pendahuluan, inti, dan juga penutup. Rangkaian aktivitas tersebut berorientasi pada tiga aspek di atas. Nantinya, penilaian akhir berpusat pada produk dengan mempertimbangkan konten dan proses pembelajaran.

Merancang sumber belajar dan penilaian (asesmen)

Tahapan akhir dalam menyusun modul ajar pembelajaran berdiferensiasi adalah menyusun sumber belajar. Guru bebas menggunakan sumber apapu dengan syarat sumber tersebut sesuai dengan keadaan satuan pendidikan. Bahkan, guru dapat menyebarluaskan sumber tersebut kepada siswa. Harapannya adalah siswa juga ikut mempelajarinya meskipun sedang tidak di kelas. Yang paling utama adalah guru harus menelaah terlebih dahulu bagaimana sumber belajar tersebut.

Setelah menentukan sumber belajar, guru harus menyusun proses penilaian pembelajaran. Asesmen ini juga harus dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertimbangan tersebut antara lain konten, sumber belajar, dan pemahaman siswa.

Sebenarnya, membuat kegiatan pembukann hingga asesmen dalam modul berdiferensiasi cukup mudah. Guru bisa memanfaatkan template yang ada atau berkreasi sendiri. Memang, guru harus memutar otak dengan baik dalam penyusunannya. Namun, semua itu demi kebaikan peserta didik yanh tidak sama levelnya. Itulah sebabnya, guru harus update ilmu dan wawasan. Sehingga, guru tidak sekadar berpatokan pada modul ajar pembelajaran berdiferensiasi.

Artikel ini telah terbit di naikpangkat.com dengan judul "Tahapan Penyusunan Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi"

berdiferensiasi modul Modul Ajar pembelajaran
Post a Comment
Top comments
Newest first
Table of Contents
Link copied successfully.
close